Posted by : panda random 2.3.14

Satu post sebelum gue bener-bener jadi mahasiswa super sibuk yang bergelut dengan deadline laporan dan Ujian Kompetensi Dasar. C'mon June~ come faster.

 Judul: The Tokyo Zodiac Murders
Penulis: Soji Shimada

Tahun Penerbitan: 1987 (Jepang), 2012 (Indonesia)
Penerbit: Kodansha (Jepang) Gramedia (Indonesia)
Tebal:  354 halaman
Cetakan:  Juli 2012 (Cetakan ke 34)
----------------------------------------------------------------------------------------------

Uhuk. Test satu dua tiga. Aku sayang semuanya. *gampar*

Oke saya awali review ini dengan ringkasan cerita. Buku ini bercerita tentang dugaan kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Heikichi Umezawa, seorang seniman eksentrik pada tahunnya. Tertulis di wasiatnya, kalau Heikichi ingin menciptakan sebuah karya seni yang diluar akal manusia yakni seorang dewi bernama Azoth. Disebutkan pula di wasiatnya, untuk membuat Azoth dibutuhkan potongan tubuh enam perawan berbeda astrologi yang kebetulan sanak saudaranya memenuhi persyaratan. Lalu, terjadilah pembunuhan, namun anehnya pembunuhan terjadi beberapa hari setelah Heikichi meninggal. Timbulah suatu pertanyaan besar, apakah Heikichi masih hidup dan kematiannya hanya rekayasa? Atau memang dia sudah terjebak dalam ilmu hitam sehingga bisa melakukan pembunuhan berantai yang sedemikian tragis? (Karena dalam pembuatan dewi Azoth, seperti yang dijelaskan di surat wasiatnya, membutuhkan sebuah ilmu alkimia dan ilmu ghaib yang rumit).

Kiyoshi Mitarai, seorang astrolog gila yang merangkap sebagai detektif konsultan yang tak resmi mencoba untuk memecahkan kasus pembunuhan yang disebut sebagai Pembunuhan Zodiac Tokyo yang selama empat puluh tahun tidak dapat ditelurusi benang merahnya. Bersama rekannya, Kazumi Ishioka, seorang penggemar cerita detektif yang disebut sebagai Dr Watson ala Kiyoshi, akankah mereka berhasil? Kepo deh, baca aja sendiri :p  *author mengganggu! gampar!*

Nah, kira-kira itulah ringkasannya LOL. Aku tidak akan membeberkan lebih banyak dari ini nanti malah spoiler dan gak asik lagi deh. Bahasa dalam buku ini juga bagus, terima kasih untuk penerjemah!~ Bagi gue, buku ini menarik, salah satu buku favorit yang pernah gue baca. Di buku ini, kita ditantang untuk memecahkan sendiri sebuah kasus sebelum kita membaca sampai akhir dan tentu saja ada beberapa data yang membuat kita berasa detektif beneran! And.. that is why I LOVED this book!

Gue sendiri sebenernya bisa nebak siapa pembunuh sebenernya, motif pembunuhnya tapi aku samar soal cara membunuhnya. Tentu saja ini bukan kasus mutilasi biasa, karena seperti yang dituliskan di surat Heikichi sebelumnya, potongan tubuh ini berguna untuk membuat Dewi sempurna bernama Azoth. Jadi, potongan tubuhnya harus diletakkan di unsur kimia yang menaungi mereka. Duh rumit yak? LOL, awalnya gue juga bingung tapi gue mau njelasin sedikit.

Disini, misal.. Tokiko Umezawa (22) adalah anak dari istri pertama Heikichi yang memiliki bintang Aries, bintang Aries adalah zodiac yang memiliki kelebihan di tubuhnya berupa kepala. Sehingga, yang berhak dimutilasi adalah kepala Tokiko. Nah, mayat Tokiko yang termutilasi ini harus dibuang di tambang unsur kimia zodiac yang menaunginya yakni tambang besi.

Nah seperti itulah penjelasan yang berhasil gue tangkep di surat wasiat Heikichi LOL. Selanjutnya, tergantung Anda bagaimana menyelesaikan kasus yang selama empat puluh tahun tidak terpecahkan ini. Hwahahahaha!

Yang pasti, kalian gak bakal nyesel kalau baca buku ini. Endingnya bener-bener gak terduga~ apa hayoooo cari tau aja sendiri LOL *gampar lagi*

Sekarang rate-rate-rate~ jeng jeng nilai buku ini adalah 4/5! Yay! Because I really love this book kyaaa. Satu-satunya kekurangan dalam buku ini adalah saking banyaknya data jadi kita jadi ngeblur sendiri siapa pelaku sebenarnya. Kita pertama menduga si A ternyata yang bunuh lalu muncul clue lain yang merujuk bahwa B lah pembunuhnya. Yaa aku gak bisa bilang ini kekurangan juga sih karena gue sendiri malah mencintai kekurangan ini. Gue suka banget kalau ada buku yang membuat gue ikut andil dalam cerita.

Oke sekian reviewnya (kalau emang ini bisa disebut review LOL). Satu yang gue dapet setelah buku ini adalah, persepsi orang berbeda-beda, kadang apa yang kita cari tepat di depan mata kita, saking dekatnya kita tak bisa melihatnya. Kita sebagai manusia terkadang hanya bisa mengikuti aliran, mengikuti sebuah presepsi yang kita anggap benar sehingga mengkesampingkan presepsi yang murni hasil pemikiran kita. Siapa yang menentang arus.. nah merekalah yang bisa melihatnya.

Terima kasih. Peluk cinta, cium sayang~

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2013 My Journe(y)al - Gumi - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -